Kisah Bernard Arnault Si Pemiliki Barang Fashion Mewah Louis Vuitton

Kisah Bernard Arnault Si Pemiliki Barang Fashion Mewah Louis Vuitton

Kisah Bernard Arnault – Untuk kalian para pecinta barang fashion mewah seperti misalnya Louis Vitton , pasti sudah tidak asing dengan nama Bernard Arnault. Yap , Bernard Arnault adalah pemilik dari barang dan fashion mewah LVMH yang menanungi Louis Vuitton. Forbes mencatat jika keluarga Arnault mengantongi kekayaan USD109 miliar atau sekitar Rp1.570 triliun. Jumlah itu yang menjadikannya sebagai orang terkaya di Perancis dan Eropa di tahun 2020 lalu.

Kisah Bernard Arnault

Bernard Arnault lahir pada tanggal 5 Maret 1949 di Roubaix, Prancis. Ia adalah mahasiswa lulusan Jurusan Teknik pada tahun 1970-an yang mencoba melanjutkan bisnis yang telah dibangun oleh ayahnya. Kala itu Arnault berhasil meyakinkan ayahnya untuk mengembangkan perusahaan tersebut dengan membuat sektor real estate.

Namun sayangnya semua tidak berjalan dengan mulus. Ada banyak sekali masalah yang dihadapi oleh Arnault ketika mengembangkan bisnisnya tersebut. Salah satunya adalah karakteristik masyarakat Perancis yang masih sangat konservatif pada saat itu. Karena masih berada di usia yang sangat muda , Arnault akhirnya sulit untuk mengambil keputusan yang tepat pada saat itu.

Hingga akhirnya di tahun 1979 , ia sudah memimpin perusahaan. Dan di tahun 1984 , Arnault mulai tertarik dengan industri pakaian mewah. Ketertarikannya timbul ketika ia membeli Financier Agache yang menjual barang mewah.

Tak lama setelahnya , Arnault membeli Boussac yang dimiliki Christian Dior. Disini ia bekerja sama dengan Le Bon Marche yang merupakan titik awal dari lahirnya Louis Vuitton. Di tahun 1987 , ia berinvestasi pada perusahaan LVMH (Louis Vuitton Moet Hennessy) melalui Henri Racamier. Hingga di tahun 1989 , ia sudah memegang nilai 43,5% dari aset LVMHyang membuatnya terpilih sebagai CEO dari LVMH.

Brand ini pada awalnya dibuat dengan tujuan traveling. Hal ini yang akhirnya membuat Arnolt memberanikan diri menawarkan produknya ke negara China meskipun pada saat itu orang orang China enggan untuk membeli sebuah mobil sekalipun.

“Kami menciptakan koper untuk traveler, kemudian perlahan berubah ke arah lifestyle. Tetapi, yang membuat LV terkenal adalah kualitasnya. Kami tidak pernah melakukan marketing, hanya menciptakan produk yang sangat berkualitas di desain dan pembuatannya,” ungkap Bernard Arnault.

Singka cerita , Louis Vuitton langsung menyebar ke seantero dunia dan kini produknya menjadi salah satu merek mewah yang paling dicari oleh setiap orang.

Dibalik kesuksesannya , Arnault dikenal sebagai sosok yang tenang dan sangat pintar sekaligus bijaksana dalam mencari situs judi slot terbaik cara untuk mencapai kesuksesannya. Bahkan ia mengaku memberi kebebasan kepada para desainernya untuk berkreasi.

Hingga saat ini Arnault telah memimpin grup yang terdiri dari 70 perusahaan dari label mode Louis Vuitton, Christian Dior dan Fendi ke Veuve Clicquot dan Dom Pérignon, sebuah Champagne yang telah ada sejak 1668. Ia juga berinvestasi di industri lainnya seperti Netflix , Blue Capital, Carrefour, Boo.com, Zebank dan Libertysurf.

Tak hanya Louis Vuitton , ia juga memiliki brand terkenal lainnya yaitu Givenchy, Sephora, Guerlain, Mark Jacobs, Fendi hingga saham di Hermes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *